Archive for December 21st, 2007

Baturadden, Kawasan Wisata Beragam Tempat Tujuan

KapanLagi.com - Kawasan Wisata Baturraden terletak dekat kota Purwokerto, yang merupakan ibukota kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Objek wisata ini berjarak kurang lebih 14 kilometer ke arah utara dari pusat kota Purwokerto. Sejak tahun 1928, sudah dikenal oleh masyarakat sebagai tempat wisata pegunungan. Hal ini dikarenakan letaknya yang berada di bagian selatan kaki gunung Slamet yang punya ketinggian 3.428 meter. Dengan ketinggiannya yang mencapai sekitar 640m di atas permukaan laut membuat hawa di sana cenderung dingin sekitar 18°C-25°C.

Baturraden mempunyai legenda tersendiri seputar penamaannya. Pada ratusan tahun yang lalu konon terdapat sebuah Kadipaten yang bernama Kutaliman. Adipatinya mempunyai beberapa putri dan salah satunya jatuh cinta dengan seorang gamel (pembantu penjaga kuda). Cinta mereka dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Lama kelamaan hal itu pun diketahui oleh sang Adipati dan dia menjadi begitu marah. Akhirnya anak perempuannya dan gamel itu diusir dari rumah. Akhirnya mereka berdua menemukan suatu tempat yang indah untuk ditinggali. Tempat tersebut kemudian dikenal dengan nama Baturaden, yang yang berasal dari kata Batur dan Raden. Batur dalam bahasa Jawa berarti pembantu, teman atau bukit sedangkan Raden berarti bangsawan. Sama seperti status mereka yaitu seorang gamel dan putri adipati.

Objek wisata ini memiliki begitu banyak pesona wisata. Mulai dari air terjun, telaga, pemandian air panas, kolam renang berpapan luncur, arena permainan anak sampai kebun binatang.

Terdapat beberapa air terjun pada objek wisata ini, di mana kebanyakan berupa air yang mengalir cukup deras di antara bebatuan cadas sungai yang membelah kawasan ini. Air terjun Sungai Gumawang bersumber dari gunung Slamet dihiasi dengan batu-batuan yang terkikis oleh air yang masih alami. Curug Gede terletak di desa wisata Ketenger, kurang lebih 3 km dari lokasi wisata Baturraden. Di tempat ini wisatawan dapat menikmati air terjun dengan keindahan alam dan aneka lempengan batu.

Pemandian air panas yang ada di sini ada dua, pemandian yang terletak dalam ruangan tertutup dan terbuka. Yang tertutup berada di dekat pintu gerbang. Sedangkan yang terbuka berada kurang lebih 500 meter dari pintu gerbang berupa kolam pemandian terbuka dengan tiga buah pancuran air panas. Karena ada tiga pancuran maka dikenal dengan sebutan Pancuran Telu (telu dalam bahasa jawa berarti tiga). Pemandian Pancuran Telu ini berada di sisi lain dari bukit/lembah yang ada pada lokasi ini, karena itu pengunjung harus berjalan agak jauh ke arahnya. Dan untuk masuk ke dalamnya pengunjung mesti membayar tiket lagi. Pancuran ini merupakan sumber air panas yang mengandung belerang dengan suhu 40° C.

Di dalam pemandian itu terdapat Petilasan Mbah Tapa Angin yang konon merupakan penemu pertama kawasan ini. Bentuk Petilasan Mbah Tapa Angin ini yaitu sebuah ceruk kecil mirip gua di mana bagian dalamnya sudah berlapis keramik putih. Petilasan ini masih sering digunakan untuk bersemedi.

Air panas Pancuran Telu dipercaya mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit kulit atau rematik dengan kandungan mineral yang ada di dalamnya. Kandungan belerang sangat terlihat di sini dengan warna batu di sana yang coklat kemerah-merahan. Karena itulah ada papan yang memperingatkan demi kesehatan pengunjung tidak berendam lebih dari 15 menit. Bila sudah selesai berendam air panas, bisa langsung mandi di bawah pancuran air dingin yang terdapat tidak jauh dari lokasi pemandian air panas.

Pancuran air panas yang lain yaitu Pancuran Pitu. Terletak 2,5 km dari Baturraden. Pancuran Pitu atau Pancuran Tujuh merupakan sumber air panas bumi dengan temperatur 60°-70° C. sumbernya berasal langsung dari kaki Gunung Slamet dan keluar melalui tujuh pancuran dan berakhir sampai ke Gua Sarabadak. Di gua ini wisatawan dapat menikmati kesegaran air hangat dan dingin yaitu merupakan pertemuan air dingin dan panas dari Pancuran Pitu.

Selain itu terdapat Telaga Sunyi yang terletak kurang lebih 3,5 km di sebelah timur Baturraden. Telaga ini begitu indah dengan airnya yang dingin dan sangat jernih. Pada musim-musim tertentu dapat dijumpai aneka warna kupu-kupu dan capung yang beterbangan di sekitar telaga.

Kebun binatang di lokasi wisata ini bernama Kaloka Widya Mandala yang baru diresmikan 17 Mei 1995. Di sini terdapat berbagai macam binatang yang berasal dari dalam maupun dari luar negeri seperti: sapi kaki lima, kambing kaki tiga, gajah, beruk, buaya Irian, ular sanca, kasuari, monyet, landak, iguana, cendrawasih, kelelawar, ayam kate, ayam mutiara, orang utan, elang bondol dan rusa. (nav/batu/cax)

Source:  KapanLagi.com

Add comment December 21st, 2007

Indonesia scurries to fix blunder in new campaign

A grammatical error in Indonesia’s new 2008 tourism campaign - splashed across aeroplanes and television advertisements - is to be fixed, a tourism ministry official said Wednesday.

The new slogan of the “Visit Indonesia 2008″ campaign reads: “Celebrating 100 years of nation’s awakening.” “Nation’s”, in correct English, should read either “national” or be preceded by a definite article.
The awkward phrase is already plastered across the flagship carrier Garuda Indonesia’s A330 planes - which were inaugurated by the tourism minister Jero Wacik last week - and appears on websites and in a TV advertisement.

Ministry officials were not immediately available for comment.

But an emailed message asking about the mistake received this response from Khrisnamurti, the ministry website’s content administrator: “We have now been made fully aware of the English-language grammatical mistake in the VIY2008 logo and it will be rectified immediately.”

The 1908 event referred to in the slogan was the founding by medical students of “Boedi Oetomo”, or “Noble Endeavour,” the first nationalist group in the then Dutch-ruled colony - a fact few foreigners would know.

Indonesia declared independence in 1945.

The campaign comes as Indonesia struggles to attract tourists relative to its Southeast Asian neighbours. The archipelago nation, which has endured a series of terror bombings, natural disasters and health scares, recorded a 2.38 per cent drop in foreign tourist arrivals to four million in 2006.

Neighbouring Malaysia attracted nearly 18 million the same year while Thailand lured nearly 14 million.

Indonesia boasts an array of attractions and varied cultures across its 17,000 islands, but the focal point of tourism remains the Hindu enclave of Bali.

AFP

Source: http://www.theage.com.au/articles

Add comment December 21st, 2007


Calendar

December 2007
M T W T F S S
« Nov   Jan »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Posts by Month

Posts by Category