Archive for June 20th, 2006

Warisan Dunia di Ujung Barat Pulau Jawa

Berbagai macam pengalaman menarik bisa didapatkan di hutan warisan dunia ini dan interaksi dengan flora dan fauna penghuni habitat hutan taman nasional menumbuhkan kepekaan dan cinta terhadap lingkungan alam.
Petualangan menulusuri hutan (trampping) bagi banyak orang sedikit menakutkan tetapi tidak sedikit pula yang merasa senang dan tertantang dengan aktivitas ini bahkan banyak yang mengatakan aktivitas semacam ini adalah sebuah wisata yang sangat mengasyikkan. Keasyikan ini didapat dalam interaksi dengan lingkungan alam dan habitat tempat berbagai macam binatang liar hidup.

Salah satu tempat menarik yang sering dijadikan tujuan wisata alam adalah Taman Nasional Ujung Kulon. Lokasi ini banyak diminati oleh wisatawan asing maupun domestik karena tempat ini merupakan cagar alam yang dilindungi oleh dunia dan menyimpan kekayaan flora dan fauna yang sangat khas. Karena itu UNESCO menetapkan kawasan Ujung Kulon sebagai World Heritage Sites atau salah satu warisan dunia.

Terletak di ujung barat Pulau Jawa, Taman Nasional Ujung Kulon memiliki lebih dari 700 jenis tumbuhan dan diantaranya merupakan jenis tanaman langka yang dilindungi. Selain itu terdapat beberapa jenis binatang langka yang juga dilindungi diantaranya Banteng (Bos javanicus), Ajag (Cuon alpinus), Lutung (Presbytis cristata), Rusa (Cervus timorensis), Macan tutul (Panthera pardus), Kucing batu (Felis bengalensisi), Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus). Juga ratusan jenis burung antara lain Elang, Burung Udang Biru, Cekakak dan masih banyak lagi. Di antara binatang langka itu Badak bercula satu sangat identik dengan Taman Nasional Ujung Kulon.

Bagi mereka yang menyukai tantangan sekaligus berwisata alam tempat ini adalah alternatif yang sangat menawan. Dalam wisata ini berbagai unsur kegiatan dapat dilakukan sekaligus misalnya unsur penelitian, pendidikan, pemotretan dan penelusuran sungai dan juga wisata budaya.

Dengan jarak tempuh kurang lebih 153 km yaitu dari Jakarta, Pandeglang dan Labuan serta menempuh waktu kurang lebih 3,5 jam, Taman Nasional Ujung Kulon sangat mungkin untuk dijangkau terlebih saat ini banyak sekali travel-travel yang menawarkan paket tour wisata petualangan alam. Bagi mereka yang memiliki naluri berpetualang di alam bebas dan mencintai alam pasti akan betah menikmati suasana alam yang menakjubkan ini. Apa lagi dengan area yang begitu luas, banyak obyek yang dapat dinikmati.

Wisata Alam Andalan
Taman Nasional Ujung Kulon masuk dalam wilayah kabupaten Pandeglang, propinsi Banten ini, dapat dicapai melalui kota Labuan. Jika ingin bertandang kesana, terlebih dahulu mengurus perizinan di kantor taman nasional sebagai pusat informasi. Dari kota Labuan ini dapat dilanjutkan melalui jalan darat selama 2 jam hingga ke desa Taman Jaya. Desa ini merupakan desa terakhir sebelum memasuki wilayah Taman Nasional. Selain jalan darat, dapat juga dicapai melalui laut. Kapal motor dapat disewa seharga 1,3 juta per hari dengan kapasitas 20 orang. Dengan membayar administrasi perijinan sebesar Rp. 4.500,per orang untuk perjalanan maksimal 7 hari, jelas perjalanan ke Ujung kulon sangatlah murah.

Taman Nasional yang diresmikan pada tahun 1992 ini, memiliki pembagian Zona dalam rangka perlindungan atau konservasi alam. Pertama adalah Zona inti dimana di dalamnya merupakan prioritas utama dalam hal perlidungan clan sama sekali tidak boleh dieksploitasi. Di luar Zona inti adalah Zona Rimba yang menyangganya. Di area inilah biasanya digunakan sebagai jalur untuk berwisata. Di luar 2 Zona itu adalah Zona pemanfaatan. Dimana Zona ini dapat di gunakan untuk kepentingan penduduk tetapi dalam batas - batas tertentu.

Karena merupakan dataran rendah dan beriklim panas, maka suhu rata-rata di sini berkisar antara 25 hingga 30 derajat celcius. Waktu yang yang tepat untuk mengunjungi kawasan ini adalah sekitar bulan April hingga September. Di bulan bulan yang dikenal dengan musim angin timur, cuaca lebih bersahabat dibandingkan dengan bulan-bulan antara September sampai April. Saat itu dikenal dengan musim angin Barat serta permukaan laut yang tinggi clan kurang bersahabat.

Berbagai macam tempat dan kegiatan dapat anda nikmati. Selain semenanjung Ujung kulon, terdapat 3 pulau yang menjadi tujuan wisata, yaitu, pulau Handeleum, Pulau Peucang clan Pulau Panaitan. Dari keempat daerah tujuan wisata ini berbagai kegiatan dapat Anda lakukan.

Di desa Taman jaya, terdapat pos petugas serta beberapa penginapan bagi para pengunjung. Di dekatnya sebuah kawasan yang dikenal dengan nama gunung Honje sudah merupakan obyek wisata alam yang menarik. Berbagai jenis Monyet, Lutung, dan Owa Jawa hidup di sana, di tengah-tengah ancaman para penduduk, yang membuka pemukiman serta mengambil hasil hutan. Selain itu ada obyek air terjun dan sumber air panas. Dari desa inilah gerbang untuk memulai penjelajahan ke dalam semenanjung Ujung kulon.

Di Semenanjung Ujung Kulon ini Anda dapat melakukan penjelajahan sambil menikmati keindahan pantai, hutan clan gunung sambil mengamati kerindangan pepohonan serta tumbutumbuhan yang langka. Tidak hanya itu, pengamatan berbagai binatang langka juga dapat dilakukan di sini.

Di pulau Handeleum, terdapat sebuah wisma sebagai tempat menginap. Sambil mengamati ikan beraneka jenis berenang di sekitar dermaga, kawanan rusa juga dapat ditemui sedang mencari makan di padang rumput sekitar wisma. Tak jauh dari Pulau Handeleum, sungai Cigenter merupakan obyek wisata yang memiliki tantangan tersendiri. Bagaimana tidak, untuk menikmati daerah aliran sungai Cigenter, para pengunjung harus menggunakan sebuah Jukung, perahu kecil dari kayu berbentuk memanjang, untuk menelusuri sungai tersebut sambil menikmati keasrian hutan.

Di sekitar pulau Peucang juga tak kalah indahnya. Di pulau ini juga terdapat penginapan dengan bangunan dari kayu tetapi memiliki kapasitas kamar yang lebih banyak, ada yang ber AC dan memiliki kamar mandi sendiri bahkan air pangs. Sebuah restoran mewah juga hadir di sang untuk menyediakan berbagai menu balk Asia maupun Eropa. Selain pantainya yang berpasir putih, hutan asri dengan hewan-hewan seperti monyet, rusa, burung merak dan babi hutan berkeliaran dengan bebasnya dapat anda temui sambil berjalan-jalan.

Jika beruntung, Anda dapat menuju karang Copong di sebelah utara Pulau peucang untuk menikmati deburan ombak sambil menyaksikan pemandangan Taut lepas dengan cuaca yang cerah. Pemandangan laut juga tak kalah menarik dibarengi dengan aktivitas berenang di sekitar pantai sambil snorkling, ataupun menyelam, mendayung perahu, ataupun memancing, berlayar dan berselancar. Untuk berselancar, Pulau Panaitan adalah tempatnya. Di pulau ini telah terdapat beberapa titik yang telah menjadi daerah tujuan para peselancar dunia untuk menaklukkan deburan ombak yang ganas.

Luas keseluruhan Taman Nasional 136.656 ha dan hanya memliki sekitar 109 pegawai yang bertugas di lapangan. Jelas hal itu sangatlah menyulitkan dalam menjaga keamanan kawasan konservasi ini. Padahal ganguan dari tangan-tangan jahil yang merusak terumbu karang dan ikan-ikan menggunakan racun dan bom masih banyak jumlahnya. Apalagi penebangan dan perburuan liar yang ikut menjarah kekayaan alam Ujung Kulon juga terus menghantui. Tugas kitalah sebagai penikmat ekowisata untuk terus ikut menjaga keasrian taman nasional ini.
Sumber: Majalah Travel Club

Add comment June 20th, 2006

Kapal Layar Gotheborg Kembali ke Jakarta Setelah 250 Tahun

Pelayaran dari Eropa ke Timur Jauh dan Nusantara tidak hanya didominasi bangsa Spanyol, Portugis, Inggris, Belanda, dan Perancis. Bangsa Swedia pun pernah menjelajahi lautan Nusantara pada abad ke-18 melalui Serikat Dagang Swedia (Swedish East India Company/SOIC) yang berdagang dari Eropa ke Tiongkok.
Salah satu pelayaran legendaris dari Swedia dilakukan sebuah kapal layar jenis East Indiamen bernama Gotheborg yang dalam perjalanannya dari Eropa ke Tiongkok selalu singgah di Batavia untuk mengisi logistik dan menunggu arah angin yang diperlukan untuk melanjutkan perjalanan.
Gotheborg yang dibangun di galangan Terra Nova tahun 1738 itu sempat tiga kali berlayar dari Swedia ke Tiongkok. Dalam perjalanan pulang terakhir, Gotheborg mengalami nasib naas, karam tepat di pintu pelabuhan kota Gothenburg, Swedia, pada September 1745.

Meski demikian, seluruh awak kapal lolos dari maut. Demikian pula sebagian barang dagangan yang diangkut bisa diselamatkan. Konon, nilai barang dagangan yang diangkut waktu itu mencapai jumlah anggaran nasional Kerajaan Swedia.

Dalam suratnya kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tertanggal 8 Maret 2006, Kedutaan Besar Swedia menjelaskan, duplikat kapal Gotheborg akan mengulang perjalanan sejarah singgah di Indonesia, tepatnya di Jakarta tanggal 18 Juni 2006. Informasi terakhir, kapal sudah berangkat dari Pelabuhan Fremantle, Australia Barat, tanggal 22 Mei lalu. Ikut dalam kapal tersebut antara lain wartawan Kompas Yunas Santhani Azis.

Perjalanan kapal itu dimaksudkan untuk napak tilas perjalanan dua setengah abad lampau dari Swedia menuju Tiongkok. Berangkat dari Pelabuhan Gotheborg, Swedia, Oktober 2005 dan direncanakan tiba di Shanghai, Tiongkok, 29 Agustus 2006.

Di Jakarta

Setibanya di Jakarta, Gotheborg akan sandar selama 10 hari (18-28 Juni 2006). Di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, awak kapal ini akan menggelar pertunjukan budaya-sejarah untuk mengingatkan kembali betapa erat hubungan Swedia-Indonesia di masa silam. Acara tersebut juga dimaksudkan memeriahkan ulang tahun ke-479 Jakarta.

Menurut data yang ada, replika kapal yang akan tiba di Jakarta itu memiliki panjang 40,9 meter, lebar 11 meter, dan luas layar keseluruhan 1.900 meter persegi. Gotheborg memiliki 80 awak dengan komposisi 50 siswa pelaut dan 30 pelaut kawakan. Kapasitas angkutnya mencapai 1.250 ton dan membawa 10 kanon sebagai persenjataan.

Di masa lalu, kapal ini bersandar di Pelabuhan Sunda Kelapa. Namun, dalam napak tilas kali ini kapal Gotheborg akan bersandar di dekat Terminal Penumpang Nusantara-1 atau Terminal Penumpang Nusantara-2 yang berlokasi di deretan Gudang 107 Pelabuhan Tanjung Priok. (Iwan Santosa)

Add comment June 20th, 2006

Tourism Object in Gresik Regency, East Java Province

Birds Preservation
40 km away from the capital of the regency. Located in the village of Pangkah Kulon. The road condition is fairly good. The attraction is managed by village society of Pangkah Kulon.
Hot Springs Attraction
Located in the village of Sawahmulyo (Bawean Isle), sub-district of Sangkapura, It is 80 miles away from the capital of the regency, can be reached by ships/ jet foil. The road to this site (500 m) is not asphalted yet.

Lake Kastoba
Bawean means “sunlight exists” in Sanskrit, which is what fourteenth century shipwrecked sailors reportedly exclaimed upon seeing it under clear skies after days tossed about in stormy seas. At three in the morning, my first sight of Bawean–a roller coaster silhouette on a bobbing horizon–made its less romantic name of Big Mountain Island more meaningful, a reference to the ninety-nine hills that occupy its 200-kilometer length. On the summit of one, I imagined the animist King Babileono to have sat in power-rejuvenating meditation.

Located in the village of Paromaan, sub-district of Tambak in Bawean Isle. The lake is 30 Ha wide and it is 300 m above sea level. It is 5 km away from the capital of the sub-district of which the rest 3 km is a path.

• Noko Isle
Noko isle is a sea garden closed to the isle of Bawean. Located in the village of Daun, sub-district of Sangkapura, Noko is 10 km away from the capital of the city. It is reached by motor boat.

BAWEAN DEER, KUHL’S DEER

The Bawean deer was described by Müller in 1840. This deer inhabits the tiny island of Bawean (”buh-WEE-an”) in Indonesia, found in the Java sea between the islands of Borneo and Java, giving it the most restricted range of any deer species. This diminutive member of the deer family is also extremely shy - so much so that very few Bawean natives have ever seen one.

Axis (Latin) is said to be Pliny’s name for the chital, though some records show it as “an unknown wild animal in India.” Dr. H. Kuhl (1796-1821) was a German naturalist who was in the East Indies in 1820 and 1821.

• The Lawa Cave
Located in the village of Pongangan, sub-district of Manyar. The road to the cave (500 m) is not asphalted yet.

Add comment June 20th, 2006

Merapi Golf in Sleman Regency, D.I. Yogyakarta

A Golf Course sitting on 800 meters above sea level, with just the perfect climate and the most breathtaking panoramic view of Mount Merapi with the hinterland of Yogyakarta and the Indian Ocean, is worth trying to play on.
Merapi Golf Club House
Open to the public this 18 holes, 6370 meters par 72 course located only 30 minutes drive from the ancient city of Yogyakarta. The stunning design of Merapi Golf Course is truly masterpiece of golf course, created by the golf course master: THOMSON, WOLVERIDGE & PERRETT.
The blend of the natural beauty and the freshness of mountainous weather, the challenging hilly landscape with Volcanic rocks of million years makes the golf course one of the most attractrive courses in Central Java and difficult to forget.

Each hole is carefully planned and positioned and is distinctly different with its own difficulities, serving a superb test for clubbing.
The quiet and surrounding, the spectacularly beautiful view, make the golfers enjoy the game and certainly would not miss this challenging course. This is really the place where golf lovers could play without being bothered by the heat and pollution.

Restaurant
• Golf Equipment
• Pro Shop

Score Card
Merapi Golf Club Statistic
 
Initiated by : Yuwono Kolopaking
Designer: Thomson Wolveridge & Perret Wright
Holes / Par : 18 / 72
Built : 1994
Greens : EVERGREEN
Fairways: TIFWAY 419
Height above sea level : 800 Mtr
We welcome any enquiries or information and we will be proud to serve your needs. The information below provide ways to contact our company. Please feel free to contact us for any questions.

PT. MERAPI GELANGGANG WISATA
Graha Irama Lt.2E
Jl. H.R. Rasuna Said Blok X-1 Kav. 1-2 Jakarta 12950

Yogyakarta:
Jl. Golf No.1 Kepuharjo - Cangkringan
Kab. Sleman, Yogyakarta - 55281

Add comment June 20th, 2006


Calendar

June 2006
M T W T F S S
« May   Jul »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Posts by Month

Posts by Category