Agro Wisata Pelengkap Pariwisata Sumatera Barat
April 28th, 2006
Sumatera Barat (Sumbar) memang dikenal memilik alam yang indah dan menawan. Dengan alam yang berbukit-bukit dan sebagian berada di dataran tinggi, alam Sumbar memberikan kesan yang sejuk bagi setiap wisatawan yang mengunjungi daerah ini. Makanya tidak heran, tidak hanya wisatawan domestik saja, tapi wisatawan manca negara selalu menjadikan Sumbar sebagai tempat wisata alam yang menarik.
Sebagai kawasan yang sebagian berada di dataran tinggi dan memiliki sejumlah gunung, wajar bila tanah di Sumbar sangat subur bagi berbagai tanaman. Jika anda menelusuri jalan dari Bukittinggi menuju Padang Panjang terus belok kiri ke arah Solok, maka hamparan kebun sayur-sayuran dan sawah jadi pemandangan yang mengesankan.
Bagi anda yang belum pernah melihat kebun kol ataukubis, disini dapat mudah dilihat di sepanjang jalan itu. Begitu juga kebun bawang, sawi, labu, cabe dan tanaman dataran tinggi lainnya. Bila ada keinginan membelinya, banyak tempat di sepanjang jalan itu yang menjual hasil kebun tersebut dengan kesegaran yang dapat terjamin.
Selain bertaburan pondok-pondok untuk menjual hasil kebun itu, di salah satu ruas jalan antara Bukittinggi dan Padangpanjang juga terdapat Pasar Sayur. Pasar ini berjarak sekitar 25 km dari Bukittinggi. Sayur-sayuran yang dijualnya selain sangat segar juga bebas dari insektisida. Makanya pasar sayur itu disebut Pasar Sayuran Non Organik.
Setiap harinya, ratusan wisatawan domestik, misalnya dari Pekanbaru, Medan, dan sejumlah kota lainnya mendatangi pasar sayur ini untuk membeli sayuran. Walau harganya relatif sama dengan sayuran yang dijual di tempat lain, namun kesegaran sayuran tersebut menjadi daya tarik bagi pembeli.
Sayuran yang dijual di Pasar Sayuran Non Organik itu langsung didatangkan dari kebun sayur masyarakat yang ada di sekitarnya. Dari lokasi pasar itu juga dapat dilihat hamparan kebun sayur masyarakat yang dibelakangnya terdapat panorama Gunung Singgalang yang puncaknya selalu diselimuti awan putih.
Ny Ratna (46) salah seorang pedagang sayuran yang membuka pondok sayur di pinggir jalan lintas Bukittinggi-Padangpanjang mengatakan, setiap harinya puluhan pelancong singgah ke tempatnya untuk membeli sayur-sayuran. “Biasanya mereka singgah ke pondok saya untuk membeli berbagai macam sayuran,” jelas dia lagi.
Pada saat liburan, pelancong yang datang lebih ramai lagi. Umumnya mereka berlibur di Bukittinggi, terus pada saat akan pulang ke daerahnya, membeli sayur-sayuran sebagai oleh-oleh. Sayuran yang banyak dibeli pelancong antara lain lobak singgalang, kol, kubis, tomat dan labu.
Jika di jalan lintas Bukittinggi-Padangpanjang banyak terdapat pndok sayuran, beda di lintas Padangpanjang-Solok. Disini justru banyak berdiri pondok tempat berjualan buah-buahan pegunungan seperti markisah, terung belanda, dan alpokat. Harganya relatif murah, dan kondisi buah-buahannya juga sangat segar.
Jagung rebus
Untuk menarik pelancong membeli buah-buahan itu, pedagang sengaja menata pondok itu sedemikian rupa. Misalnya buah markisah yang warnanya kuning dan hijau digantung denga tali. Sedangkan buah terong belanda yang berwarna merah, disusun rapi di rak-rak yang telah disediakan.
Komariah (24) salah seorang pemilik pondok buah mengatakan, buah-buahan yang dijualnya cukup laris terjual. Umumnya pembelinya berasal dari turis domestik yang berasal dari kota-kota di pulau Sumatera. Tapi kadangkala ada juga turis domestik datang membeli beberapa jenis buah.
Untuk menjaga kesegaran buah-buahan yang dijualnya, Komariah mengaku selalu memperbarui buah-buah yang ditata di pondoknya. Buah-buahan itu langsung diantaraoleh para petani buah-buahan yang ada di sekitar tempat itu. “Hanya labu saja yang didatangkan dari Padangpanjang dan Bukittinggi,” ungkapnya.
Buah markisah dan terong belanda adalah buah-buahan yang banyak dimintai pelancong. Sebab markisah yang dihasilkan petani di tempat itu rasanya sangat beda dengan di tempat lain. Rasanya lebih manis dan tidak terlalu banyak biji. Setiap orang memakannya pasti akan ketagihan.
Sedangkan terong belanda merupakan buah-buahan yang jarang ditemukan di tempat lain. Buah ini hanya tumbuh di dataran tinggi berhawa sejuk. Biasanya orang membeli terong belanda ini bukan untuk dimakan langsung, tapi untuk dibuat jus. Rasanya lebih segar dari jus jeruk ataupun jus markisah, apalagi bila diminum dengan es.
Jika anda meneruskan perjalanan terus menuju kawasan alahan panjang, jalan lupa singgah sebenar di pondok penjualan jagung rebus. Memakan jagung rebus yang masih hangat di kawasan berhawa dingin sungguh nikmatnya. Apalagi jagungnya berasal dari jenis yang bijinya berasa manis. Tidak terasa dua atau tiga jagung habis sekali santap.
Sambil menikmati jagung rebus itu, anda bisa pula menikmati pemandangan hamparan kebun teh yang mengelilingi tempat itu. Kalau cuaca tidak berkabut, pemandangan ini sangat memukau. Namun menurut penduduk setempat, kawasan tersebut lebih sering diselimuti kabut, terutama di saat musim hujan. (Adrizas)
Sumber : http://www.suarakarya-online.com/news.html?id
Entry Filed under: Indonesia & Bali Tourism News
Leave a Comment
You must be logged in to post a comment.
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed