

|
PRAMBANAN SURROUNDING TEMPLES :
a. CANDI LUMBUNG, BUBRAH DAN SEWU
Ketiga candi Budha ini tinggal reruntuhan kecuali candi Sewu yang masih bisa dinikmati keindahannya. Semuanya terletak dalam komplek Taman Candi Prambanan.
b. CANDI PLAOSAN
Letaknya ± 1 km kearah timur dari candi Sewu. Candi ini dibangun pada pertengahan abad 9 Masehi oleh Rakai Pikatan sebagai hadiah kepada permaisurinya. Kelompok candi Plaosan Lor (utara) terdiri atas 2 candi induk, 58 Perwara dan 126 buah stupa. Kelompok candi Plaosan Kidul (selatan) hanya berupa sebuah candi. Halaman candi induk terbagi 2 yang masing-masing diatasnya berdiri sebuah biara bertingkat dua. Tingkat atas untuk tempat tinggal para pendeta Budha dan tingkat bawah untuk kegiatan keagamaan. Alam nan permai disekitamya. Bangunan ini sangat unik, berbeda dengan bangunan bangunan sesamanya dan lebih mengesankan sebuah kraton (istana). Diperkirakan Balaputera Dewa dari dinasti Syailendra yang beragama Budha mendirikannya pada pertengahan abad 9 Masehi sebagai benteng pertahanan strategis terhadap Rakai Pikatan.
Menurut legenda disinilah letak istana Ratu Boko, ayah Loro Jonggrang.
Pintu Utama Kraton Ratu Boko
c. CANDI SOJIWAN
Letak candi ini t 2 km kearah tenggara dari percandian Prambanan.
Sebagian besar hanya berupa reruntuhan. Pada kaki candi terpahat relief cerita binatang yang mengandung nilai-nilai filsafat.
d. CANDI BOKO (KRATON RATU BOKO)
e. CANDI BANYUNIBO
Candi ini terletak ± 200 meter ke arah tenggara dari candi Boko, berdiri diatas sebuah lembah. "Banyu" berarti "air", "nibo" berarti "jatuh menetas".
Keduanya memiliki makna yang puitis bagi lingkungan masyarakat Jawa. Candi Budha ini didirikan pada abad 9 Masehi.
Letaknya ± 3 km kearah selatan dari percandian Prambanan, berdiri diatas Bukit Kidul yang merupakan lanjutan dari pegunungan Seribu dengan pemandangan w
f. CANDI SARI
"Sari" berarti " indah" atau "cantik" sesuai bentuknya yang ramping. Mungkin karena keindahannya yang menarik perhatian is dinamakan demikian. Puncak atapnya berhiaskan 9 stupa yang sama sebangun dan tersusun dalam 3 deret. Di bawah masing-masing stupa terdapat ruangan-ruangan bertingkat 2 yang digunakan sebagai tempat tinggal, tempatmeditasi clan mengajar.
Arca-arca bodhisatwa terpahat pada dinding luarnya. Dinding ini dihias dengan amat indahnya. Biara Budha yang dibangun pada abad 8 Masehi ini terletak pada sisi kiri Jalan Raya YogyaSolo, masuk 500 meter ke arah utara. Bangunan dengan panjang 17,32 meter dan lebar 10 meter ini merupakan sebagian saja dari kumpulan candi yang telah hilang.
g. CANDI KALASAN
Peninggalan agama Budha tertua di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah adalah Candi Kalasan. Letak pada sisi sebelah kanan dalan Raya Yogya-Solo km. 13 masuk beberapa puluh meter ke arah selatan. Candi ini didirikan oleh Pangkaran, raja kedua dari kerajaan Mataram Kuno pada abad 8 Masehi sebagai persembahan kepada Dewi tara. Lengkung "Kala-makara dengan hiasan kahyangan di atapnya terpahat di atas pintu masuk dengan begitu indahnya. Keindahan hiasan dan relief-reliefnya disebabkan oleh penggunaan sejenis semen kuno "bajralepa". Candi ini dianggap permata kesenian Jawa Tengah.
h. CANDI SAMBISARI
Letaknya ± 5,5 km dari percandian Prambanan ke arah barat clan ± 2,5 km kearah utara- dari jalan raya Yogya-Solo. Setelah terpendam selama berabad-abad karena letusan Gunung Merapi, pada bulan Juli 1966 ditemukan kembali secara kebetulan oleh seorang petani yang tengah mengerjakan sawahnya. Pada tahun 1986 telah selesai dipugar. Keunikannya is terletak 6,5 meter di bawah permukaan tanah clan tak mempunyai kaki candi yang sebenarnya. Bangunan terdiri atas sebuah candi induk dan 3 candi Perwara yang tidak bertubuh maupun berkaki.
Pada sisi-sisi luar dinding candi induknya terdapat relung-relung yang berisi arca-arca : Durga, Ganesha, dan Siwa Mahaguru.
Di dalam ruangannya terdapat Lingga dan Yoni, dua aspek dari Siwa. Kesatuan keduanya melambangkan totalitas dan kesuburan. Candi hindu ini diperkirakan mulai berdiri antara ± 812838 Masehi. 
more
|