Home   About Us   Map   Galleries   Accommodation   Public-info   Contact us       
 


Prambanan Temple


Other Temple

Craft-industry Tourist

Performing-art Tourist

Local Tourist Event

Photo Gallery

Fast and Facts

 

 










SENDANG SINONGKO
LEGEND

LAKE SINONGKO LEGEND
Pada zaman dahulu ada sebuah Kadipaten yang pusat pemerintahannya berada di daerah Perdikan yang sekarang diperkirakan di sekitar Sendang Pokak ini. Di wilayah Kadipaten tersebut ada suatu Patirtan yang dipergunakan untuk tempat bersuci atau pemandian.
Kadipaten di daerah Perdikan tersebut berbatasan dengan Kadipaten Gunung Merapi di sebelah barat dan berbatasan dengan Gunung Lawu di sebelah timur. Kadipaten di Perdikan dipimpin oleh seorang Adipati yang bernama KI SINGODRONO dan dibantu seorang patih yangbernama KI IROKOPO.


Keduanya sangat arif dan bijaksana serta ahli di bidang ilmu kebatinan dan ilmu kamuksan. Ki Irokopo mempunyai putri yang sangat cantik rupawan dan menguasai segala jenis tari-tarian serta seni karawitan bernama "Raden Ayu Mas Ajeng Lulud". Pimpinan wadiyobolo atau prajurit di Kadipaten Perdikan dipimpin oleh KI PURBOGENI clan KI JANURWENDO. Kadipaten di Perdikan; Kadipaten di Gunung Lawu clan Kadipaten di Gunung Merapi menjadi bawahannya Kerajaan Pantai Selatan yang dikuasai oleh KANJENG RATU KIDUL atau NYI RORO KIDUL.
Setiap tahunnya Kadipaten Gunung Merapi berkewajiban menyerahkan upeti /pisungsung berupa Manusia; Kadipaten Gunung Lawu berkewajiban menyerahkan upeti / pisungsungberupa Hewan.
Ki Singodrono clan Ki Irokopo yang menguasasi Kadipaten di Daerah Perdikan tidak menyetujui adanya upeti/pisungsung berupa manusia, Beliau hanya setuju menyerahkan upeti/pisungsung berupa hewan. Kemudian kejadian tersebut menyebabkan Beliau berada meninggal dunia hilang jasadnya atau meninggal mukso.

Ki Singodrono meninggal mukso di Sendang Barat (di Sendang Sinongko) dan Ki Irokopo meninggal mukso di SendangTimur di daerah Pokak Mutran. Pada suatu hari, tepat tengah hari (jam 12.00 siang) di musim kemarau, ada seorang petani mengerjakan sawahnya di dekat Sendang ini, karena panas clan lelahnya Pak Tani tersebut kemudian beristirahat berteduh di bawah pohon dekat Sendang, kemudian Pak Tani tertidur layap-layap.

Dalam tidurnya Pak Tani layap-layap (samar-samar) mendengar suara malahan melihat bayang-bayang seseorangyang bersuara antara lain demikian "E, Ki Petani, kamu mengerjakan sawahmu sampai melewati batas waktu dengan maksud agar supaya hasil panen sawahmu melimpah cukup untuk memenuhi semua kebutuhan keluargamu sehingga bisa hidup bahagia dan sejahtera. Oleh sebab itu agar supaya panenmu melimpah, mulai musim kemarau ini dan seterusnya sehabis panen musim kemarau ini hendaknya mengadakan sodakoh dan sesaji di Sendang ini berujud Nasi Tumpeng dan memotong kambing dimasak dengan bumbu becek serta buatlah minuman dawet ".
Suara tersebut lalu direnungkan dan Pak Tani teringat bahwa di daerah ini ada bekas peninggalan sebuah Kadipaten yang dipimpin oleh Ki Singodrono dan Ki Irokopo yang telah meninggal mukso karena tidak setuju adanya upeti/pisungsung kepada Nyi Roro Kidul berupa manusia clan hanya menyetujui adanya upeti berupa hewan seperti yang dilakukan oleh Kadipaten Gunung Lawu.
Dan ternyata sawah yang dikerjakan oleh Pak Tani tersebut berhasil panen baik, panennya melimpah cukup untuk mencukupi semua kebutuhan keluarganya.

Berdasarkan cerita LEGENDA tersebut di atas masyarakat desa Pokak dan sekitarnya sehabis panen kemarau pada hari Juin'at Wage bersama-sama
melaksanakan/melestarikan acara adat TASYAKURAN BERSIH SENDANG SINONGKO di Pokak Barat dan pada hari Jumat Legi juga melaksanakan/
melestarikan acara adat Tasyakuran Bersih Sendang Mutran di Pokak Timur (Pokak Mutran).

Adapun riwayat nama-nama LEGENDA tersebut adalah :
l. Sendang Barat bagian barat bernama Sendang Lanang karena sumber airnya keluar / mancur dari atas.
2. Sendang Barat bagian timur bernama Sendang Wadon karena sumberairnyakeluar daribawah.
3. Kedua Sendang tersebut juga dinamakan SENDANG SINONGKO, karena pada waktu Raja Surakarta Siniwun ke VII pergi ke Kerajaan Yogyakarta singgah dan beristirahat di Sendang ini sambil makan buah Nongko kemudian isinya dibuang ke Sendang sambil bersabda "Nanti kalau isi Nongko ini tumbuh dan hidup, sendang ini supaya diberi nama atau disebut Sendang Sinongko".

 


THE LEGEND OF RORO JONGGRANG PRINCESS
THE LEGEND OF PANDAN ARANG II

THE LEGEND OF BULUS JIMBUNG POOL